Etika dan Politik
ETIKA POLITIK DAN PEMERINTAHAN:
ARTI DAN URGENSINYA BAGI ETIKA BIROKRASI
TUGAS
Diajukan guna memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Mata
Kuliah Etika Administrasi
Dosen Tamu
Prof. Dr. RD Achmad Buchari, S.IP., M.Si
Dosen Pengampu
Dr. Selfi Budi H. S.Sos., M.Si
Oleh
Nurhayati
160910201012
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JEMBER
2018
Resum
Etika Politik dan Pemerintah :
Arti Dan Urgensinya Bagi Etika Birokrasi
Etika dalam politik dan pemerintahan sangatlah
diperlukan,etika adalah sebuah kebiasaan yang perlu diperhatikan,penilaian
moral,mengenai antara yang baik dan yang buruk serta tanggung jawab diri kita.
Administrator dalam membuat keputusan cenderung pada dasar perteimbangan –
pertimbangan diluar rasionalitas atau diluar perkembangan ekonomi ,tanpa
melihat kondisi langsung masyarakat ,contoh pemerintah secara diam diam menaikkan
harga BBM dan gas LPG tanpa mereka tahu kondisi ini sesuai tidak
dengan masyarakat,Diskresi administrasi menjadi “ Strating poin’’ bagi masalah
moral atau etika dalam dunia administrasi publik.Karena adanya kekuasaan
keluasaan kewenangan atau dikresi yang diberikan oleh administrator publik. Masalah
moral atau etika jauh lebih memprihatinkan dan lebih fatal akibatnya dari pada
kekeliruan manusia yang dilakukan dalam administrasi (John A.Rohry).
Politik dalam kehidupan sehari- hari perbedaan
pendapat,perdebatan ,persaingan,bahkan pertentangan dalam upaya mendapatkan
atau mepertahankan nilai- nilai disebut konflik. Politik adalah konflik.
Sebenernya politik itu bersih,cuman manusianya yang mengotori. Apa itu politik
? kategoritaslah yang membentuk politik ,siapa mendapat apa,kapan dan bagaimana
caranya ( Lasswell). Jalan memerintah masyarakat dengan proses diskusi yang
bebas dan tanpa kekerasan (Crick). Alokasi nilai yang otoritatif ( Eston ).
Politik dalam pemerintah untuk mengatur masyarakat melalui pajak,berlalu
lintas,bersekolah,hingga urusan perpakiran. Kewenangan pemerintah untuk
mengatur dan memaksa terlihat dari adanya sangsi serta denda apabila tidak
menaati. Secara personal,kita sebagai warga bisa melakukan protes apabila
aturan tersebut tidak dijalankan dengan semestinya. Pada saat ini pandangan
politik banyak awam atau tidak tahu tentang politik, ada yang bilang politik
itu kotor,penuh intrik,oportunistik,munafik,inkonsisten.
Banyak sekarang calon pemimpin yang awal berkoar semua
demi rakyat,saat sudah keinginan terpenuhi semua kembali kepada modal awal,
saat ini legislatif,eksekutif,yudikatif korupsi dimana mana,tanpa mereka
mempunyai rasa malu,etika yang dimilik sebagia jiawa pemimpin sudah hilang.
Reformasi birokrasi dipersulit di Indonesia,padahal pemerintah sebagai pelayan
publik perlu mengayomi masyarakat dan memeberikan kepuasan bagi kesejahteraan
rakyatnya, jabatan yang tinggi disalahgunakan oleh pemerintah. Legitimasi,
Kewenangandan Kekuasaan penyebabnya,sumber legitimasi / wewenang / kekuasaan
berubah, perpecahan ditubuh pemegang legitimiasi,tidak mampu memenuhi janji ,
perubahan penilaian ( masyarakat ) tentang sumber legitimasi / wewenang.
3
Prinsip dasar sistem politik yang demokratis :
·
Tegaknya
etika dan moralitas politik sebagai landasan kerja sistem politik,ekonomi dan
sosial dalam horizon bernegara dan berbangsa .
·
Tegaknya
prnsip konstitusionalisme secara tegas melalaui pelaksanaan dan keputusan
terhadap supremasi hukum dalam masyarkat.
·
Diberlakukan
dan diberlaksanakan mekanisme akuntabilitas publik,yakni mekanisme yang
memosisikan semua pemegang jabatan publik sebagai pemegang jabatan publik
sebagai pemegang amanat dari warga masyarakat sehingga dapat dimintai
pertanggung jawabn.
Konsep Utama :
Selain itu dapat juga ditambahkan pengertian Politik
dengan konsep utama sebagai berikut:
·
Kepemimpinan
(leadership), seperti Arnold Bergstraesser,
·
Hirarki,
seperti G. Burdeau,
·
Ketertiban
(order), seperti O. Suhr,
·
Perdamaian
(peace), seperti D. Sternberger,
·
Kebebasan
(freedom), seperti Franz L. Neumann
·
Demokrasi,
seperti J. Kammler,
·
Konflik,
seperti G. Lehmbruch
·
Perjuangan
Klas, seperti kaum Marxis
>> PENYEBAB DI INDONESIA
faktor politik
kesenjangan akuntabilitas, transparansi, institusi
demokrasi dan pers yang bebas
faktor ekonomi
intervensi pemerintah yang ekstensif dalam perekonomian
faktor budaya Jawa
memiliki akar pada tradisi budaya masa lalu Indonesia,
khususnya budaya yang berlaku di Jawa. Sejumlah praktek KKN mengakar pada
kebiasaan Jawa kuno sehingga untuk kemudian dianggap sebagai sesuatu hal yang
wajar. Kebiasan-kebiasan ini meliputi kebiasaan dalam memberikan hadiah kepada
penguasa; loyalitas kepada keluarga yang lebih kuat dibandingkan kepada negara;
serta konsep kekuasaan Jawa yang hirarkhis, tetap dan patrimoni
Pelanggaran etika administrasi publik disebut juga
maladministrasi. Mal-administrasi merupakan suatu praktek yang menyimpang dari
etika administrasi atau suatu praktek administrasi yang menjauhkan dari
pencapaian tujuan administrasi (Widodo, 2001: 259).
Etika jika digabungkan dengan politik menimbulkan
beberapa masalah.
·
Tindakan
politik/pemerintahan harus didasarkan pada hukum formal. Sementara etika tidak
ada sanksi hukum formalnya.
·
Kekuasaan
harus bersifat demokratis, di mana keputusan didasarkan pada suara terbanyak
dengan tidak mengabaikan suara minoritas. Namun, birokrasi tidak bisa berjalan
jika tanpa kerahasiaan padahal politik mensyaratkan adanya keterbukaan.
·
Dari
sisi moral, politik berlaku umum sehingga norma-normanya berada di atas norma
lokal. Padahal kenyataannya, politik bekerja atas dasar norma-norma lokal.
·
Pada
tataran filosofis, konseptual, dan praktis, politik harus senantiasa
disandingkan dengan etika mengingat kekuasaan sebagai obyek politik cenderung
bersifat memusat bahkan mengarah pada perilaku korup.
·
Apabila
tidak dikontrol oleh etika, maka pihak yang berkuasa dapat dengan seenaknya
mempermainkan dan memanipulasi rakyat. Padahal, rakyat adalah pemegang
kedaulatan.
Sebagai suatu organisasi modern, partai-partai politik
dituntut untuk mengembangkan etika berpartai secara modern pula.
·
Etika
kepemimpinan yang demokratis dan kolegial
·
Etika
berorganisasi atas dasar distribusi kekuasaan yang terdiferensiasi
·
Etika
pertanggungjawaban secara publik yang semuanya dilembagakan melalui mekanisme
internal partai yang disepakati bersama.
·
Melalui
pelembagaan etika berpartai semacam itu, partai-partai tidak hanya diharapkan
menjadi wadah pendidikan politik dan pembentukan kepemimpinan, tapi juga bisa
menjadi basis bagi pelembagaan demokrasi pada tingkat nasional
BUDAYA MALU
·
Malu
Datang Terlambat
·
Malu
Pulang Lebih Awal
·
Malu
Tidak melaksanakan Tugas
·
Malu
Tidak Disiplin
·
Malu
Bicara Kasar Dan Tidak Sopan
·
Malu
Untuk Tidak Jujur (Berbohong)
·
Malu
Tidak Berpakaian Sopan dan Rapi
·
Malu
Tidak Memberikan Manfaat Bagi Negara dan Masyarakat
·
Malu Untuk Melakukan Korupsi
·
Malu Tidak Masuk Kantor
>> ETIKA POLITIK DAN PEMERINTAHAN
Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, efisien, dan
efektif serta menumbuhkan suasana politik yang demokratis yang bercirikan
keterbukaan, rasa bertanggungjawab, tanggap akan aspirasi rakyat, menghargai
perbedaan, jujur dalam persaingan, kesediaan untuk menerima pendapat yang lebih
benar, serta menjungjung tinggi hak asasi manusia dan kesimbangan hak dan
kewajiban dalam kehidupan berbangsa
Mengamanatkan agar penyelenggara negara memiliki rasa
kepedulian tinggi dalam memberikan pelayanan kepada publik, siap mundur apabila
merasa dirinya telah melanggar kaidah dan sistem nilai ataupun dianggap tidak
mampu memenuhi amanah masyarakat, bangsa, dan negara
Mengandung misi kepada setiap pejabat dan elit politik
untuk bersikap jujur, amanah, sportif, sikap melayani, berjiwa besar, memiliki
keteladanan, rendah hati, dan siap mundur dari jabatan publik apabila terbukti
melakukan kesalahan dan secara moral kebijakannya bertentangan dengan hukum dan
rasa keadilan masyarakat
Kehidupan berkualitas
Kehidupan berkualitas berarti semua aspek kehidupan
bermutu, unggul, dan terkemuka. Mutu dan terjamin kualitas pendidikan, ekonomi,
keamanan, lingkungan hidup, kesehatan, keberagamaan, sosial budaya, politik dan
wawasan nusantara. Hidup dan sistem kehidupan yang “langgeng” dan berkualitas
dapat dinikmati oleh semua lapisan warga negara Indonesia.
REKOMENDASI
Perbaikan rekrutmen internal partai politik menuju partai
modern yang ditopang oleh kader yang lebih paham politik, secara konseptual
maupun praktis
Menetapkan suatu aturan main yang disepakati bersama
(konsensus) dan diterapkan secara konsisten sebagai batasan dalam relasi
internal maupun eksternal partai politik
Upaya peningkatan kualitas etika dan moralitas
partai-partai perlu diimbangi dengan mendorong kepedulian dan keterlibatan
masyarakat yang lebih luas dalam segenap proses politik

Komentar
Posting Komentar